Showing posts with label Perasaan. Show all posts
Showing posts with label Perasaan. Show all posts

Friday, June 17, 2011

Dandelion Sepertimu

Sore ini,
putik rapuh dandelion kembali diterbangkan semilir.
Kudengar lirih nyanyiannya mengirama di balik jendela kaca,
mungkin karena sunyi,
mungkin karena rindu.
Seperti dandelion, orang merindu akan terbang ke mana-mana,
menyanyi apa saja.
Ia sedang berpura-pura,
agar samar lengkingperih hatinya,
agar tak nampak airmatanya,
agar ia 'merasa' baik-baik saja.

Ames, June 16th, 2011

Tuesday, May 17, 2011

Harubiru

Sudah cukup lama saya tidak ngerti, kenapa haru harus biru. Kenapa bukannya merah, ungu, putih, atau kelabu? Saya pelan-pelan memahami dari suara-suara yang saya dengar saat penutupan Islamic Weekend FISIP Ahad lalu (sebuah kedok pesantren mahasiswa yang diinggris-inggriskan biar terdengar keren, dan entah sejak kapan bahasa kolonial itu jadi keren).

"Kita menutup acara Islamic Weekend ini dengan ucapan hamdalah"

Luar biasa haru yang saya rasakan, sampai perasaan saya membuncah, ingin menangis karena haru. Begitu saya angkat kepala, entah kenapa semua begitu biru, begitu damai. Akhirnya agenda dengan kami sebagai panitia die hard ini, usai sudah.
*
6 tahun silam, saya pernah memimpikan menyelenggara peskil, pesma, atau semacam kegiatan malam bina iman taqwa yang penuh dengan tausiyah. FKI mewujudkan mimpi saya. Tapi sungguh jauh dari apa yang saya bayangkan, ternyata peskil-pesma-mabit bukan hanya soal duduk mentausiyahi diri. Jauh lebih rumit dari itu. Kerumitannya sampai tak akan saya ceritakan ulang di sini, karena hanya akan membuat saya sedih.

Jelasnya saya belajar banyak dari kepanitiaan ini: mengenai prioritas dakwah, komitmen, kesabaran, kepercayaan, kemandirian dan keterasingan. Bagi saya yang terberat adalah yang terakhir. Agama Islam sejak lahirnya telah memiliki nama tengah "Jama'ah", itulah inti dari kehidupan Islam, kalau jama'ah ini tak ada, maka mungkin Islam telah sekarat. Ujian paling berat adalah saat jama'ah mulai tak rapi lagi. Ketika satu saudara kita meninggalkan shaf, sama halnya ketika sebuah tiang rumah panggung rubuh, shaf itu ompong, rumah itu pincang. Dan betapapun kita mencoba ikhlas, bekerja lillahi ta'ala, kita adalah makhluk sosial yang lemah. Merupakan keniscayaan kita merasa ada ruang yang tak terisi, ada energi positif yang pudar. Meski pada akhirnya begitulah Islam, kelak akan kembali dengan terasing, saat jama'ah pergi meninggalkannya sampai pada tahap ia tak lagi dikenali karena absennya jama'ah tersebut.

Saya menyadari bahwa kelak ujian akan lebih berat dari ini semua -ini cuma kepanitiaan biasa kok- semoga ujian semakin menguatkan dan bukannya malah melukai sampai cacat lalu lari.

Amiin ya robbal 'alaamiin...

Sunday, March 20, 2011

Dia Anak Lelaki Yang Mirip Denganku

Ada beberapa hal yang kusukai semasa kecilku dulu:
langit dan segala ornamennya,
layangan,
kunang-kunang,
kodok,
dan kembang api.

Masing-masing hal itu mengingatkanku padamu saat, seperti kata Fahd, aku mulai 'lelah' berlari kadung jauh dari rumah kita. Capek menjadi aktris dramaturgi, di mana aku harus menjadi A pada jam sekian, menjadi B setelahnya, menjadi C saat sore hari, dan tak menjadi apa-apa di suatu antiklimaks.
*
Kita bertemu saat kita berdua masih sama putihnya. Dan sekarang kita mungkin tak lagi saling mengenali, karena milyaran percik warna yang menyalut kita.

Aku merindukanmu saat aku tahu perupa membuat topeng muka senyum untuk semua manusia.
Aku merindukanmu ketika kulihat dunia memiliki macam-macam tirai yang naik turun dengan brutalnya.
Aku merindukanmu begitu aku mengerti tentang cara berdusta.

"Aku suka merindukanmu."

Setiap kali merindumu aku menatap cermin.
Lalu aku bisa melihat seorang anak lelaki yang gemar mengenakan kopiah menatapku balik.
Dan ini memang membuktikan teori peluang yang menakjubkan, bahwa mungkin kau adalah salah satu cetakku di dunia.

Dan entahlah kuyakini bahwa kamupun kangen padaku. Maka kusarankan padamu, tetap tatap cerminmu saja.
Karena waktu dan tempat kita bertemu, kita berdua tak pernah bisa memastikannya. Bahkan mungkin, hari kau dan aku pergi jauh adalah sehakikat-hakikat perpisahan.

Yang bisa kita lakukan pada akhirnya
, memang
hanya
.
merindu.

Saturday, February 12, 2011

Northern Lights

Consider this as a gift from me. Here, i'll introduce you to an amazing young pianist and composer: Emily Bear. She's 9 years old now, and already composing about 350 notes! She was discovered 3 years ago, and now become the ultimate youngest pianist and composer on the planet. I love to hear every piece she's made, and especially this piece. It called Northern Light.


To find out more about Emily Bear, you can click the youtube account on this video, and check the related videos, or visit: www.emilybear.com
Alhamdulillah for this week.

Thursday, January 20, 2011

Emma 2009 Episode 1 (5) Indonesian Subtitled




Subtitle Part 5
This is the hardest part to sub. Especially on quarrel scenes. By this upload, the 1st serial done. Please do look forward of next serial Indonesian Subtitle.
PS: Emma definitely right at 02:52, represent me very well

Tuesday, January 18, 2011

Aku Lupa Luka*

Saat kita berpisah dulu, aku tahu perpisahan kita tidak akan lama.
Kepada Yang Maha Kuasa aku meyakini,
kelak aku dan kamu dipertemukan lagi
membereskan urusan-urusan yang belum usai.
Utamanya mengenai luka hati.
Luka akhirnya mereunikan kita
Luka hati yang sudah infeksi
terlalu lama terbengkalai dan tak diatasi.
Tapi kita selalu lupa tentang luka.
Sekaranglah sejatinya waktu
membasuh luka dengan alkohol kadar rendah
meneteskan obat merah
membalutnya dengan perban
dan membiarkan fibrinogen bekerja.

Kemudian setelah luka pulih
kita berpisah,
dalam jangka waktu yang lebih lama dari biasanya.
Sebelum kita lupa mengenai masing-masing,
... karena tidak ada luka.
:mungkin aku lebih suka terluka.
Karena kamu memang selalu saja, tetap saja
soal luka.
Sambil berhadapan denganmu, samar kusimak lagu-lagu yang kusuka. Marit Larsen dan Josh Groban.
*Dari judul lagu KOIL, oke ngapain saya dengar KOIL? Karena saya habis nonton dokumenter HOPE

Saturday, January 15, 2011

Emma 2009 Episode 1 (3-4) Indonesian Subtitled



Subtitle Part 4

The complete subtitle for 1st episode will be done tomorrow. Glad to provide the subs. :)

Friday, January 14, 2011

Emma 2009 Episode 1 (1-2) Indonesian Subtitled



Here's the link to my 4shared. Click--->Subtitle Part 1



Download the Indonesian subtitle from my 4shared account. Click, drag and drop to your flv player along the film, and enjoy. Glad to provide the subs. :)

Wednesday, December 1, 2010

Dear One

Dear one, who-couldn't-be-addressed
Recently she contemplates about how you might feel about her, of how she behaves to your proposal. She hopes you weren't disappointed, or hated her then. An odd imagination comes to her mind, that you will somehow despair about her decision, and it's the last situation she prays to be happened to you.
She, herself, going through bitter regrets of all this. You wouldn't have any idea of miseries she committed after she made up her mind. Such a pain to refuse you, indeed, a faithful, intelligent, respectable and noble man like you. For you've been, and you will always be a superior man that she wishes for. A man that she shall not do any consideration when it's coming to ask her hand. At a right place and time.
And there you were. Stood and saw her so suddenly. But how come she can't feel the serenity, the sufficiency? She feels doubt thousand times. She feels anxious about her life matter.
Later, she started to understand, you appear when she has no need for your appearing.
So, she tells you secrets: she newly fond of her occupation. Right now, the very moment when she almost finished her own endeavor. She always have picture in her head about the ideals, how things ought to be. You should not present at this time, it's the ideal.
Please don't think too lowly of her. She regrets that you come not at the good time.
And she's sorry. Uncommonly sorry for the refusal.
Dear one, she wishes you a very happiness in your life.