Wednesday, February 8, 2012

Bucket List No. 37

"Do you know why is the list called bucket?" Danielle asked during L/S Class.
"No."
"Well, in United States, we had the slang 'kick the bucket' which means: to die. So, Bucket List is actually a list of things you want to do before you die." She explained.
***
Sebenarnya saya tidak tahu daftar keinginan itu Bucket List sampai Juni 2011 lalu, sejak saya kecil saya sudah menyusun daftar keinginan, dan daftar itu tersebar hampir di semua tempat saya menumpuk kertas. Salah satunya adalah yang saya temukan kemarin saat saya membongkar rak buku.
Saya membaca list itu, banyak keinginan klasik, namun yang mengejutkan saya adalah nomor 37: Naik pesawat 24 jam. Segera saja saya mengingat perjalanan beasiswa ke AS kemarin. Keinginan ini sudah terpenuhi. ALLAHU AKBAR!
Saya membacakan list itu pada Ummi, dan Ummi sampai merinding. Saya memang tidak pernah menargetkan dapat beasiswa pertukaran, belajar atau semacamnya, tetapi target naik pesawat 24 jam ini hanya bisa diraih dengan perjalanan ke Amerika Serikat. Dan saya hanya bisa ke Amerika Serikat melalui beasiswa belajar itu.
Kalau mau dirinci, perjalanan saya kemarin seperti ini:

Makassar (Sultan Hasanuddin)- Jakarta (Soekarno Hatta): 2 jam
Jakarta (Soekarno Hatta)- Singapura (Changi): 1,5 jam
Singapura (Changi)- Hongkong (Chep Lap Kok): 4 jam
Hongkong (Chep Lap Kok)- Chicago (Ohare): 14 jam
Chicago (Ohare)- Iowa (Des Moines): 1 jam
Total perjalanan bersih: 22,5 jam, tanpa menghitung waktu yang dihabiskan di atas pesawat sebelum take off.
***
Tetaplah berkeinginan dan berprisangka baik. Kelak kabarkanlah nikmat Allah, agar semua orang belajar bersyukur.

No comments: