Friday, January 18, 2019

Kita mulai dari minus yah

Kami (saya dan suami) percaya bahwa satu-satunya jalan seseorang menjadi sejahtera, kemudian independen, adalah dengan wirausaha. Kami mencoba berkali-kali, gagal berkali-kali. Mungkin ada yang menertawai dan menjauh, memang sayup suara mereka terdengar. Kadang derai tawa itu mencoba membuat kami berhenti, menjadi pegawai saja.

Kamipun mencoba, hidup sebagai pegawai. Tetapi pikiran kami tak bisa dibendung, ide-ide usaha begitu mengalir seperti wirausaha adalah selalu menjadi tujuan akhir kami. Kami hanya merasa hidup dengan berwirausaha.

Mungkin obrolan politik yang sering bergema di depan televisi yang menjadikan kami begitu radikal dalam memahami keharusan setiap warga negara memberi sumbangsih dengan jadi wirausaha. Kegeraman melihat ketimpangan, ceramah-ceramah lima kali sepekan di ruang-tuang kelas di mana isu revolusi mental didedah, dididihkan.

Lalu karena terlalu sering mengulang hal yang sama, kami pun tak daoat hidup berbeda dengan apa yang kami sampaikan.

Hari ini kami memulai lagi. Semoga kamu yang membaca ini juga mau memulai.
***
Mengenang 189 menyalami FF penuh keakraban bisnis.

No comments: