Tuesday, August 30, 2022

Hustling for Barakah

Kita memulai sesuatu dengan hal yang mudah terlebih dahulu, agar bisa kita jalani dengan kepala dingin, alih-alih kepanikan, kesembronoan yang membawa malapetaka.

Hidup kita sejauh ini berkebalikan dengan hukum itu. Perjuangan katanya. Yang benar saja.

Kita berlari terlalu kencang di awal, melupakan menghirup udara, menikmati panorama, dan menyapa tetangga.

Kemudian menjadi semacam pembenaran, ketergesa-gesaan itu. Bahwa semua orang sudah jauh di hadapan, kita mungkin akan tidak kebagian.

Kebagian apa, itu juga pertanyaannya.

Berapa banyak nafas kita engah, mata kita iritasi, dan senyum terlewati, demi mengejar sesuatu yang kita juga tak tahu pasti.

Keberkahan konsep yang asing, rupanya kita telah salah mengira. Keberkahan yang sebagian besarnya tak membutuhkan balapan.

Mari bersama, jalan perlahan, mungkin sesuatu menunggu di persimpangan.


No comments: